Feng Shui Rumah: 12 Hal yang Dihindari Saat Bangun Rumah

Banyak hal yang sepatutnya dilihat saat membangun sebuah proyek, terutamanya perumahan. Kekeliruan dikala membangun akan memberi pengaruh progres penjualan perumahan di era depan. Tidak hanya masalah itu saja tetapi juga terhadap masalah Feng Shui suatu perumahan. Namun begitu disini kita akan membahasanya secara global



Untuk meminimalisir terjadinya kekeliruan, menjauhkan hal-hal tersebut ini dikala membangun proyek perumahan:

1. Tak mengamati cii-ciri tanah

Sebelum belanja lahan, amati cii-ciri tanahnya. Pelaksanaan pembangunan akan terhambat kalau tekstur tanah terlalu lunak. Untuk itu, pilih tanah yang mempunyai tekstur padat, layaknya tanah yang ada di tempat perkotaan.

Melainkan, harga tanah di perkotaan amat mahal. Untuk menghemat tarif, Anda dapat melirik tanah yang ada di pedesaan atau tempat pedalaman. Pastikan wilayah tanah jauh berasal dari tempat pantai, sungai, atau waduk sebab tekstur tanahnya amat lembek.

2. Mengacuhkan peralatan dokumen tanah

Rupanya, tak segala tanah dilengkapi bersama akta. Masih ada sebagian tanah yang tak bersertifikat, terutamanya tanah yang berada di tempat pedalaman. Tanah yang tak bersertifikat terlalu berisiko untuk dihasilkan perumahan. Dapat-dapat sebelum akan proyek selesai, tanah digugat oleh pemilik lama.

Belilah tanah yang telah mempunyai akta sebab lebih safe untuk dikelola. Menariknya lagi, akta tanah dapat diaplikasikan sebagai jaminan saat terhubung usaha. Itu artinya Anda tak harus menyediakan duwit cash, selain dikala membayar gaji karyawan.

3. Lokasi perumahan kurang strategis

Lokasi menjadi skor yang tak keok mutlak dikala membangun sebuah proyek. Bangunan yang berlokasi di wilayah strategis sesungguhnya lebih mahal. Melainkan, penduduk tak keberatan membayar lebih demi menerima jalan masuk wilayah yang nyaman.

Sebelum membangun, siapkan modal yang lumayan supaya progres pembangunan tak terhambat dan selesai ideal waktu. Libatkan para pemodal untuk mempercepat progres pengumpulan modal sehingga pembangunan proyek bisa seketika diawali.

4. Memilih wilayah yang rawan banjir

Properti yang berlokasi di wilayah rawan banjir lazimnya lebih susah laku walaupun harga jualnya lebih tidak mahal diperbandingkan properti yang berlokasi di pinggiran kota. Logikanya saja, costumer manapun tak ingin seandainya rumahnya digenangi air dikala musim hujan tiba.

Untuk itu, cek keadaan tanah secara berulang kali. Kunjungi wilayah pada keadaan cuaca yang tidak serupa untuk menentukan seandainya wilayah kira-kira tak rawan banjir. Supaya lebih safe lagi, Anda dapat membangun parit pada tiap-tiap rumah sebagai usaha untuk mengantisipasi banjir.

5. Lupa memperbandingkan harga tanah

Harga tanah amat bervariatif walaupun berlokasi di wilayah yang sama. Cari menyadari harga tanah di sebagian kawasan, selanjutnya bandingkan untuk menerima harga tanah yang paling murah. Akan lebih bagus ulang apabila Anda menyesuaikan harga tanah bersama wilayah dan kondisi jasmaniah tanah.

Apabila harga tanah yang dicantumkan masih harga bruto, jangan curiga untuk minta potongan harga. Berikan tawaran harga yang wajar supaya tanah seketika menjadi milik Anda.

6. Keadaan lingkungan kurang memadai

Apakah keadaan lingkungan kira-kira safe atau rawan kepada tindak kejahatan? Nilai ini harus dipertimbangkan secara masak untuk menjauhkan hal-hal yang tak diharapkan. Meminta dukungan ketua RT atau RW untuk memberi tahu Anda terhadap warga setempat. Mintalah izin terhadap warga supaya Anda dibiarkan untuk membangun proyek di kawasan daerah tinggal mereka.

Sebagai developer, Anda sepatutnya menjamin kenyamanan penduduk setempat. Hindari membikin bunyi berisik, terutamanya pada malam hari dikala warga tengah tidur. Apabila Anda berkeinginan mengebor sesuatu, melaksanakan pada siang hari dikala warga tengah berkegiatan.

7. Pembangunan tak disetujui pihak berwajib

Jangan teruskan proyek kalau bangunan tak mempunyai akta hak milik yang terang. Pihak berwajib bisa membatalkan atau menghentikan progres pembangunan yang tak mempunyai izin yang resmi. Tak cuma itu, Anda termasuk dapat digugat dan dipinta membayar denda dalam jumlah tertentu sebab sudah melanggar peraturan.

Urus segala dokumen yang dibutuhkan sebelum akan proyek diawali. Pakai jasa notaris untuk melancarkan progres pembangunan. Anda sepatutnya mengeluarkan tarif tambahan dikala menyewa jasa notaris. Melainkan, tarif yang dikeluarkan sesuai bersama apa yang didapatkan.

8. Pondasi yang Kurang Dalam


Dalam sebuah bangunan, pondasi yaitu komponen berarti dan keliru satu yang paling mutlak berasal dari sebuah bangunan, sebab sesungguhnya struktur paling bawah berasal dari sebuah rumah ini berguna membendung bobot bangunan.

Idealnya pemasangan pondasi sepatutnya hingga bersama tanah keras, sehingga pondasi akan stabil. Melainkan, banyak ditemui rumah yang perletakan pondasinya asal, tak mengamati posisi tanah, dan seringnya berdasar pengalaman tukang.

Sebagian pengaruh yang dapat dimunculkan pengaruh pondasi yang tak pantas peraturan diantaranya bangunan menjadi kurang kokoh dan stabil, berlangsung pergerakan dasar bangunan yang mengakibatkan dinding pecah sebab pondasi amblas. Yang paling fatal yaitu kalau hingga berlangsung keruntuhan bangunan pengaruh pondasi tak kapabel membendung bobot diatasnya.

9. Penulangan Struktur yang Tak Sistematis


Penggunakan besi dalam membikin beton amat berarti fungsinya. Ada perhitungan tertentu dalam pemilihan dan pemasangan besi tulangan. Melainkan tidak sedikit orang yang mengacuhkannya. Banyak tukang yang cuma berdasar sangkaan, sehingga pemakaian besi tulangan kadang kala tidak seperti itu memastikan bobot dan metode progresnya.


Sebagian hal yang acap kali berlangsung dalam kekeliruan penulangan diantaranya diameter besi tak sesuai bersama bobot, jarak sengkang tak dilihat, jumlah besi tak pantas, ikatan kurang kuat, tak menerapkan tekuk pada ujung sebagai pengait, dsb.

Kesudahannya bangunan menjadi kurang kokoh, kolom atau balok menjadi lengkung, keretakan pada struktur yang berujung pada ambrolnya bangunan.

10. Kolom yang tak Lurus ke atas


Kolom yang bagus untuk menumpu bobot yaitu kolom yang lurus ke atas. Untuk menerima kolom lurus membutuhkan perhatian khusus. Sebab lumayan menguras waktu, kadang kala kolom diwujudkan bersama agak tergesa-gesa sehingga posisinya tak lurus.

Banyak tukang yang asal membikin bekisting untuk kolom, entah itu kolom praktis ataupun kolom struktur, sehingga posisi kolom tekadang tak lurus. Hal ini akan menjadi situasi sulit besar saat ring balok atau balok struktur tak ideal menumpu pada kolom. Kecuali itu imbasnya termasuk akan terasa pada dinding yang menjadi tak lurus.

11. Balok yang tak Bergantung pada Kolom


Banyak tukang yang kurang ilmu sehingga dalam menempatkan balok tak ideal diatas kolom. Dapat ditemui balok yang bergantung pada dinding atau dihubungkan bersama ring balok pengikat dinding. Akan amat beresiko jikalau hal ini terjadi, jikalau bobot yang dipikul balok amat berat, karenanya dinding akan retak dan dapat mengakibatkan keruntuhan bangunan rumah.

12. Pasangan Dinding yang Miring


Dalam menempatkan dinding bata harusnya lurus dan tak bergelombang, sebab hal ini berakibat termasuk pada daya dinding dalam membendung bobot. Acap ditemui sudut ruangan yang tak siku, hal ini dapat disebabkan sebab dalam pemasangan dinding tak lurus dan tak mengamati sudut bangunan. Sudut bangunan yang tak siku akan amat terlihat jikalau ruangan dipasang lantai keramik.

Tak Segala Lokasi bisa Diciptakan Lokasi Pemukiman

Sebelum membangun, pastikan kawasan hal yang demikian menerima izin cara kerja pembangunan secara resmi berasal dari pihak yang berwajib. Karena, ada sebagian kawasan yang tak diperuntukkan untuk membangun pemukiman, layaknya lahan pertanian, sungai, dan jembatan. Kumpulkan info sebanyak-banyaknya untuk melancarkan pembangunan proyek.

0 Response to "Feng Shui Rumah: 12 Hal yang Dihindari Saat Bangun Rumah"

Posting Komentar

Kirimkan komentar Anda tentang artikel diatas.
Peringatan : Maaf, Komentar yang semata-mata dibuat hanya bertujuan untuk promosi dll akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel