Translate

Sejarah Kesuksesan Batik Lampung : Perjuangan Pantang Menyerah



Batik Lampung pertama kali dikembangkan oleh Andrean Sangaji (seorang budayawan Lampung) pada tahun 1970-an. Meski belum terlalu diketahui hingga sekarang, namun batik ini tetap memiliki corak khas tersendiri. Bahkan beberapa coraknya sudah dimuseumkan di luar negeri. Tepatnya beberapa museum Australia, Hawai, dan Amerika. Beberapa corak terkenal tersebut ialah corak perahu dan corak pohon hayat (pohon kehidupan). Kedua corak ini sudah menjadi semacam trademark tersendiri bagi batik Lampung.

Sejarah industri kesenian tekstil (membatik) di Lampung abad ke 18


Sejarah menyebutkan, sebenarnya Lampung sudah mengenal kesenian tekstil semacam membatik sejak abad ke 18. Ragam seni tersebut antara lain ialah kain tapis (tenun ikat), bidak, sebage, teppal, selekap, cindai, peleppai (kain bermotif kapal), dan nampan. Namun masyarakat kebanyakan mengenal Lampung dari kain tapis.

Tapis sendiri merupakan salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat sekitar dengan makna mendalam tentang kehidupan. Baik itu terhadap lingkungan maupun kepada Sang Pencipta Alam Semesta. Hasil kesenian tekstil ini biasa digunakan sebagai pakaian kaum wanita suku Lampung. Paling banyak difungsikan sebagai sarung, dimana bahan pembuat sarung tersebut dari tenun benang kapas dengan motif hiasan berbahan sugi. Ada juga yang dibuat menggunakan benang perak atau benang emas menggunakan sistem sulam.

Pengaruh kebudayaan India terhadap motif Batik Lampung


Motif Batik Lampung banyak dipengaruhi oleh kebudayaan India. Sehingga pola ragam hiasnya sangan kental akan corak Budha. Oleh karena itulah makna-makna tersirat guratan setiap coraknya banyak memiliki pesan tentang kehidupan.

Kini, kain tenun khas ini sudah berkembang pesat selaras dengan perkembangan. Motif-motif tradisional terdahulu banyak dijadikan acuan modifikasi. Hingga kemudian menghasilkan motif baru seperti gamolan, siger, kupu-kupu, dan gajah. Kegunaan kain pun sedikit demi sedikit mulai bergeser. Bila dulu warna-warna gelap sering dijadikan sebagai penutup mayat, saat ini sudah banyak diaplikasikan sebagai pakaian.

Rumah produksi Batik Lampung


Batik Lampung memang tak se-terkenal Jogja ataupun Solo. Kendati demikian, peminat kain jenis tidaklah sedikit. Terbukti dengan banyaknya rumah produksi terkenal di daerah Lampung. Salah satu diantaranya yang paling terkenal ialah Siger Roemah Batik milik Laila Al Khusna.

Rumah Siger berlokasi di Jalan Bayam No 38, Beringin Raya Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung. Kamu bisa melihat secara langsung segala macam proses kreatif dan produksinya. Siger sendiri sebenarnya adalah sebuah rumah yang kemudian disulap menjadi galeri. Tak hanya itu, di sini kamu bisa melihat secara langsung jejeran pengrajin sedang melukis kain. Selain galeri, rumah ini bak sebuah tempat kerja. Jadi bisa dikatakan berkunjung ke rumah Siger bak sebuah mini sentra wisata. Dimana kamu bisa melihat pajangan hasil karya menawan pengrajin setempat, berikut kamu bisa belajar mempraktikannya.

Bagian-bagian di dalam Rumah Siger Lampung (rumah produksi Batik Lampung)
Guna memudahkan wisatawan, Rumah Siger terbagi menjadi beberapa bagian bangunan. Bangunan pertama ialah tempat dimana hasil produksi dari Rumah Siger dipamerkan. Kemudian pada bangunan selanjutnya barulah kita akan menemui ibu-ibu yang tengah sibuk dengan pekerjaan membatiknya. Ibu-ibu ini pun tanpa sungkan akan menjawab segala pertanyaan perihal kegiatan membatik mereka. Setelah batik tersebut selesai dilukis, kemudian akan dipindahkan menuju bangunan selanjutnya untuk diwarnai. Disini, proses pewarnaan kain batik lampung masih menggunakan bahan-bahan alami. Hal tersebut bertujuan untuk tetap menjaga unsur keunikan dari kerajinan batik itu sendiri.

Kisaran harga perlembar kain yang ada di Rumah Siger berada pada angka Rp 250.000 hingga jutaan rupiah. Semakin sulit, unik, serta lama pengerjaannya, maka akan makin mahal pula harganya. Namun semua itu sebanding dengan kualitas yang akan didapatkan. Baik dari segi motif, maupun bahan dasar. Semuanya terbuat dari bahan pilihan terbaik.

Ragam jenis batik lampung (atau Sumatra)


Kain khas kota ujung pulau Sumatera ini kian hari kian berkembang pesat. Apalagi jika sudah dicampuri oleh inovasi dari desainer-desainer ternama dalam negeri. Selayaknya tiap daerah dengan masing-masing ciri khasnya, motif Batik Lampung juga diberkati karakteristik tertentu. Kemudian dikelompokkan dalam jenis-jenis berikut :


  • Batik Kontemporer. Gaya Kontemporer merupakan pola hias yang berasal dari pengembangan lanjutan pola asli motif Lampung. Tentu dengan tetap mempertahankan etnik serta kebudayaan asli daerah sekitar. Bisa dikatakan, pola kontemporer merupakan pola yang paling pesat perkembangan corak kainnya dari dulu hingga sekarang. Mulai dari corak klasik hingga corak paling modern. Karena gaya kontemporer ini pula, jenis kain ini banyak dipilih sebagai bahan pembuatan pakaian. Biasanya, warna-warna gelap untuk pakaian resmi. Kemudian warna-warna terang dijadikan pakaian santai.
  • Batik Sembagi. Selain gaya kontemporer, motif asli yang juga tetap eksis adalah Sembagi. Sembagi bahkan sudah dijadikan sebagai kain adat oleh masyarakat sekitar. Bahkan beberapa menganggapnya sakral sehingga sempat dijadikan sebagai kain khusus penutup mayat. Sembagi juga memiliki beberapa corak hasil kreasi seperti Sembagi Belando dan Sembagi Sekebar. Karakteristik khas Sembagi terletak pada gambar hias bunga kaca piring, sepedundung, dan lain sebagainya. Corak ini pula yang kemudian banyak diadopsi oleh kebanyakan pengrajin daerah.
  • Batik Flora dan Fauna. Pada dasarnya, corak Lampung tak jauh berbeda bila dibandingkan dengan corak Jawa. Pola hias flora dan fauna juga banyak muncul dalam kain. Perbedaan diantara keduanya ialah kondisi serta jenis alam. Di sini, hewan yang sering dijadikan pola hias adalah gajah. Mungkin hal tersebut merupakan salah satu pengaruh dari campuran kebudayaan India. Sementara untuk ragam hias tumbuhan banyak terinspirasi dari pohon hayat. Dimana di dalamnya sangat kental akan makna kesucian dalam setiap kehidupan.
  • Batik Kapal. Salah satu motif yang juga menjadi karakter khas dari batik kota ujung pulau Sumatera ini ialah gambar kapal. Jenis kain dengan gambar kapal biasanya dikerjakan oleh pengrajin di daerah-daerah pesisir. Dimana memang kebanyakan masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai seorang nelayan.


Merk Batik Lampung Paling Populer


Bagi penggila batik Nusantara, pastinya sudah tak asing lagi dengan nama Gabovira. Merk terkenal dari Lampung yang sudah mendunia. Banyak dipakai oleh pejabat negara, para menteri, bahkan pernah digunakan oleh Presiden Indonesia pada saat itu yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.

Gabovira didirikan oleh Gatot Kartiko. Nama Gabovira sendiri berasal dari gabungan nama-nama keluarga beliau. Yaitu Gatot, istrinya Debora, anak sulungnya Javiana, dan anak keduanya Raga. Sebelum Gabovira terkenal seperti sekarang, dulunya beliau sempat bekerja disebuah perusahaan. Namun karena perusahaan tersebut gulung tikar, akhirnya Gatot di-PHK. Dengan sisa uang PHK senilai Rp 3 juta, beliau coba merintis usaha berjualan batik Pekalongan.

Kisah Perjuangan Gabovira di Lampung yang Mendunia


Bermodalkan uang PHK sebesar Rp 3 juta, Gatot menjajakan dagangannya dari rumah ke rumah, hingga daerah ke daerah. Menurut pengakuan beliau, dulu dirinya bahkan sering diusir dari pasar karena menggangu pendapatan pedagang lain. Alhasil, usaha dagangan batik lampung beliau pun tidak berjalan lancar. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangatnya.

Berbekal pengalaman berkeliling ke berbagai tempat, Gatot menyadari sesuatu. Jenis batik yang banyak beredar pada saat itu kebanyakan memiliki corak Jawa Lampung. Oleh karena itu, akhirnya Gatot mulai berfikir untuk membuat sendiri batik dengan corak full khas tanah lado. Beliau mulai belajar secara otodidak mengenai kebudayaan daerah. Berkunjung ke museum-museum. Juga menghadiri berbagai workshop kebudayaan. Hingga akhirnya beliau mulai merealisasikan idenya tersebut melalui gambar di aplikasi CorelDraw. Kemudian dikonversikan ke dalam pola kain melalui rumah produksi pribadi.

Sejak saat itulah Gabovira mulai ikut pameran-pameran dan mendapatkan respon positif. Berbagai pesanan pun mulai berdatangan. Dan nama Gabovira terus melejit hingga sekarang.

0 Response to "Sejarah Kesuksesan Batik Lampung : Perjuangan Pantang Menyerah"

Posting Komentar

Kirimkan komentar Anda tentang artikel diatas.
Peringatan : Maaf, Komentar yang semata-mata dibuat hanya bertujuan untuk promosi dll akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel